Minggu, 17 April 2016

HARGA SOLAR INDUSTRI

Harga bahan bakar minyak (BBM) Subsidi baik bensin maupun solar untuk transportasi sudah diturunkan oleh pertamina, maka solar industri non-subsidi dipastikan bakal menyusul diturunkan. Mulai April 2016, solar industri non-subsidi dipastikan akan turun.
<agen resmi, tri amertha dewa, pertamina, harga solar, solar industri, semarang, kudus, demak, ungaran, kendal>
Muchamad Iskandar, Vice President Retail Fuel Marketing PT Pertamina pada awal tahun 2016 memastikan harga solar industri akan turun. Disebutkan bahwa Harga solar industri pasti turun. Jika tidak, solar non-subsidi ini tidak akan laku. Dalam penjualan solar industri, Pertamina memiliki sekitar seratus badan usaha niaga yang juga menjual produk yang sama.
Ini pula yang membuat harga solar industri Pertamina berubah setiap dua minggu yakni setiap tanggal 1 dan tanggal 15. Harga jualnya pun tidak sama untuk masing-masing perusahaan lantaran penetapan harga solar industri non-subsidi ditetapkan dengan negosiasi business to business dari masing-masing agen resmi solar.
Riset KONTAN menunjukkan, penjualan solar industri Pertamina berbeda-beda menurut wilayah. Wilayah penjualan Sumatera, Jawa, Bali, Madura ( Wilayah I ), lebih murah dibandingkan tiga wilayah lain di Indonesia.
Untuk periode 15-31 Desember 2015, harga keekonomian solar Industri Pertamina wilayah I adalah Rp 8.781,52 per liter. Turun dibandingkan periode 1-14 Desember 2015 yang sebesar Rp 9.059,42 per liter.
Untuk harga Januari 2016, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Sudirman Said bilang harga keekonomian solar turun 18% menjadi Rp 5.650 per liter, sudah termasuk subsidi Rp 1.000 per liter. Ini berarti tanpa subsidi harga keekonomian solar Rp 6.650 per liter.
Ketua Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (GAPMMI) Adhi Lukman minta harga solar industri turun lebih besar ketimbang harga di Desember yang mencapai Rp 7.900 per liter, diturunkan sebesar 10% menjadi sekitar Rp 7.000-Rp 7.100 per liter.
Meski begitu, Adhi bilang, turunnya harga solar tak bisa menjamin harga barang turun. Industri juga ogah dikenakan Dana Ketahanan Energi Rp 300 per liter, seperti solar subsidi agar biaya energi lebih murah. Beban upah dan gaji pekerja yang setiap tahun meningkat tentu juga diperhatikan oleh kalangan industri UMKM maupun industri besar di area Semarang, Ungaran, Kudus, Kendal, Demak dan yang lainnya.
Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Retail Indonesia ( Aprindo ) Roy Nicolas Mandey menambahkan, penurunan harga BBM transportasi belum ideal. Dalam kalkulasinya   harga premium dan solar IDEALNYA turun di atas 10% agar harga barang ikut turun. Kemudian daya beli masyarakat dapat meningkat dan perekonomian tahun 2016 ini menggeliat.

PT. Pertamina ( Persero ) per 1 April 2016 menurunkan harga solar industri non-subsidi menjadi Rp 6.200,- per liter muncul harapan kalangan industri yakni harga energi listrik juga akan turun karena sebagian besar pasokan PLN menggunakan tenaga diesel. Angin segar dari Menteri Perhubungan bahwa tarif angkutan diturunkan 3 % kiranya dapat berlaku efektif di masing-masing kota. Bus antar-kota-antar-propinsi AKAP nampaknya yang dipantau paling oleh Dishub mengingat nominalnya besar sehingga menghitungnya cukup sederhana.

< harga solar, solar industri, semarang, kudus, demak, ungaran, kendal, agen resmi, tri amertha dewa, pertamina>

< semarang, kudus, demak, ungaran, kendal, agen resmi, tri amertha dewa, pertamina, harga solar, solar industri>

Tidak ada komentar:

Posting Komentar