PLTMH, Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro adalah istilah yang biasa digunakan untuk instalasi
pembangkit listrik yang memakai energi air. Air yang bisa dipakai sebagai
sumber daya penghasil listrik harus memiliki kapasitas aliran dan ketinggian
tertentu. Besar atau kecilnya kapasitas aliran air maupun ketinggiannya
dari titik instalasi sangat menentukan besar atau kecilnya output energi
listrik yang dihasilkan.
Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) di bawah ukuran 200 KW digolongkan Mikrohidro dan secara teknis terdiri dari tiga komponen utama yaitu Air, Turbin dan Generator. Aliran air dengan kapasitas dan ketinggian tertentu disalurkan menuju rumah instalasi (rumah turbin). Selanjutnya instalasi air tersebut akan menggerakkan turbin, lalu mengubahnya menjadi energi mekanik berupa berputamya poros turbin. Poros yang berputar tersebut lalu dihubungkan ke generator dengan mengunakan kopling. Generator akan dihasilkan energi listrik yang akan masuk ke sistem kontrol arus listrik sebelum dialirkan ke rumah-rumah atau keperluan lainnya. Proses Instalasi Mikrohidro di pedesaan tidak sulit, namun demikian harus memenuhi ketentuan seperti misalnya adanya sumber air yang bisa dialirkan dengan debit tertentu, adanya pemahaman dari warga desa setempat dan tentu saja tersedianya dana untuk membeli peralatan pendukungnya.
Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) di bawah ukuran 200 KW digolongkan Mikrohidro dan secara teknis terdiri dari tiga komponen utama yaitu Air, Turbin dan Generator. Aliran air dengan kapasitas dan ketinggian tertentu disalurkan menuju rumah instalasi (rumah turbin). Selanjutnya instalasi air tersebut akan menggerakkan turbin, lalu mengubahnya menjadi energi mekanik berupa berputamya poros turbin. Poros yang berputar tersebut lalu dihubungkan ke generator dengan mengunakan kopling. Generator akan dihasilkan energi listrik yang akan masuk ke sistem kontrol arus listrik sebelum dialirkan ke rumah-rumah atau keperluan lainnya. Proses Instalasi Mikrohidro di pedesaan tidak sulit, namun demikian harus memenuhi ketentuan seperti misalnya adanya sumber air yang bisa dialirkan dengan debit tertentu, adanya pemahaman dari warga desa setempat dan tentu saja tersedianya dana untuk membeli peralatan pendukungnya.
Wilayah
Indonesia yang sangat luas banyak memiliki aliran air sungai yang sangat
potensial untuk membangkitkan tenaga listrik. Dari sekitar 250 juta penduduk Indonesia saat ini,
terdapat sekitar 110
juta penduduk yang masih belum mendapatkan fasilitas aliran listrik dari PLN.
Keunggulan
pemakaian Mikrohidro
adalah :
1. Biaya
perawatan bulanan Mikrohidro
rendah. Untuk ukuran 300 Watt di bawah Rp 100.000,- per bulan.
2.
Operasional berlangsung 24 jam
nonstop. Bandingkan dengan diesel yg harus istirahat tiap 8 jam.
3. Ramah
lingkungan karena tidak menimbulkan polusi udara dan polusi suara.
4. Memiliki
konstruksi yang sederhana sehingga mudah dioperasikan, bahkan cukup memakai
penduduk lokal setempat dengan sedikit pelatihan.
5. Bisa
disinergikan dengan program lainnya seperti irigasi dan perikanan.
6. Berpotensi
dalam pengembangan aktivitas ekonomi produktif misal industri bordir,
kuliner.
7. Mikrohidro sangat cocok diterapkan di daerah
terpencil yang jumlah penduduknya terbatas dan sulit dijangkau oleh PLN.
8. Biaya
operasional dan pemeliharaannya relatif lebih murah dibandingkan mesin diesel
yang memakai BBM.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar