Senin, 02 Mei 2016

Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro

PLTMH, Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro adalah istilah yang biasa digunakan untuk instalasi pembangkit listrik yang memakai energi air. Air yang bisa dipakai sebagai sumber daya penghasil listrik harus memiliki kapasitas aliran dan ketinggian tertentu. Besar atau kecilnya kapasitas aliran air maupun ketinggiannya dari titik instalasi sangat menentukan besar atau kecilnya output energi listrik yang dihasilkan.



Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) di bawah ukuran 200 KW digolongkan  Mikrohidro dan secara teknis terdiri dari tiga komponen utama yaitu
Air, Turbin dan Generator. Aliran air dengan kapasitas dan ketinggian tertentu disalurkan menuju rumah instalasi (rumah turbin). Selanjutnya instalasi air tersebut akan menggerakkan turbin, lalu mengubahnya menjadi energi mekanik berupa berputamya poros turbin. Poros yang berputar tersebut lalu dihubungkan ke generator dengan mengunakan kopling. Generator akan dihasilkan energi listrik yang akan masuk ke sistem kontrol arus listrik sebelum dialirkan ke rumah-rumah atau keperluan lainnya. Proses Instalasi Mikrohidro di pedesaan tidak sulit, namun demikian harus memenuhi ketentuan seperti misalnya adanya sumber air yang bisa dialirkan dengan debit tertentu, adanya pemahaman dari warga desa setempat dan tentu saja tersedianya dana untuk membeli peralatan pendukungnya.
Wilayah Indonesia yang sangat luas banyak memiliki aliran air sungai yang sangat potensial untuk membangkitkan tenaga listrik. Dari sekitar 250 juta penduduk Indonesia saat ini, terdapat sekitar 110 juta penduduk yang masih belum mendapatkan fasilitas aliran listrik dari PLN.

Keunggulan pemakaian Mikrohidro  adalah :
1. Biaya perawatan bulanan Mikrohidro rendah. Untuk ukuran 300 Watt di bawah Rp 100.000,- per bulan.
2. Operasional berlangsung 24 jam nonstop. Bandingkan dengan diesel yg harus istirahat tiap 8 jam.
3. Ramah lingkungan karena tidak menimbulkan polusi udara dan polusi suara.
4. Memiliki konstruksi yang sederhana sehingga mudah dioperasikan, bahkan cukup memakai penduduk lokal setempat dengan sedikit pelatihan.
5. Bisa disinergikan dengan program lainnya seperti irigasi dan perikanan.
6. Berpotensi dalam pengembangan aktivitas ekonomi produktif misal industri bordir, kuliner.
7. Mikrohidro sangat cocok diterapkan di daerah terpencil yang jumlah penduduknya terbatas dan sulit dijangkau oleh PLN.

8. Biaya operasional dan pemeliharaannya relatif lebih murah dibandingkan mesin diesel yang memakai BBM. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar