Pembangunan moda transportasi yang terpadu dengan bandar udara baru di
Kecamatan Temon, Kabupaten Kulon Progo, yang ditargetkan mulai beroperasi pada
2020, diyakini mampu menggenjot investasi di 3 ( tiga ) kawasan industri di Daerah Istimewa
Yogyakarta.
<agen resmi, tri amertha dewa, pertamina, harga solar, solar industri, semarang, kudus, demak, ungaran, kendal>
Tiga kawasan industri yang tengah digarap itu berada di DIY selatan, yaitu
kawasan industri Piyungan dan Sedayu di Bantul serta kawasan industri Sentolo
di Kulon Progo.
Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal DIY Totok Priyamtono mengatakan bahwa Bandara dibangun untuk mempermudah investasi. Pada awal tahun 2016 ini Yogya belum punya kawasan industri, kawasan industri merupakan kebutuhan utama.
Sekretaris PT Angkasa Pura (Persero) I Faried sebelumnya menjelaskan, moda transportasi terpadu yang akan dibangun adalah rel kereta api dan jalur tol. Hanya saja, keberadaan jalur tol dinilai Kepala Dinas Perhubungan, Transportasi, dan Komunikasi DIY Sigit Haryanta belum menjadi prioritas utama. Totok menambahkan proses tersebut merupakan suatu kemudahan berusaha namun ia enggan mengomentari rencana pembangunan jalur tol yang direncanakan Angkasa Pura.
Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal DIY Totok Priyamtono mengatakan bahwa Bandara dibangun untuk mempermudah investasi. Pada awal tahun 2016 ini Yogya belum punya kawasan industri, kawasan industri merupakan kebutuhan utama.
Sekretaris PT Angkasa Pura (Persero) I Faried sebelumnya menjelaskan, moda transportasi terpadu yang akan dibangun adalah rel kereta api dan jalur tol. Hanya saja, keberadaan jalur tol dinilai Kepala Dinas Perhubungan, Transportasi, dan Komunikasi DIY Sigit Haryanta belum menjadi prioritas utama. Totok menambahkan proses tersebut merupakan suatu kemudahan berusaha namun ia enggan mengomentari rencana pembangunan jalur tol yang direncanakan Angkasa Pura.
Sementara itu, ketiga kawasan industri yang dibangun di DIY selatan
diprioritaskan untuk jenis industri non-polutan. Arahnya pada industri kecil-menengah dengan
sistem padat karya.
Berdasarkan data Badan Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Kulon Progo, kawasan industri di Sentolo akan menempati lahan seluas 200 hektare di Desa Tuksono. Sedangkan data Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan Penanaman Modal Bantul menyebutkan kawasan industri di Sedayu akan menggunakan lahan seluas 272 hektare dan kawasan industri di Piyungan seluas 100 hektare yang mencakup Desa Estimulyo dan Srimulyo.
Berdasarkan data Badan Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Kulon Progo, kawasan industri di Sentolo akan menempati lahan seluas 200 hektare di Desa Tuksono. Sedangkan data Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan Penanaman Modal Bantul menyebutkan kawasan industri di Sedayu akan menggunakan lahan seluas 272 hektare dan kawasan industri di Piyungan seluas 100 hektare yang mencakup Desa Estimulyo dan Srimulyo.
< harga solar, solar industri, semarang, kudus, demak, ungaran, kendal, agen resmi, tri amertha dewa, pertamina>
< semarang, kudus, demak, ungaran, kendal, agen resmi, tri amertha dewa, pertamina, harga solar, solar industri>