Senin, 18 April 2016

BAHAN BAKAR MINYAK

BAHAN BAKAR  - Bersumber dari Ensiklopedia Britannica, minyak bumi diperkirakan pertama kali ditemukan pada 5000 tahun SM oleh bangsa Asyiria, Sumeria, dan Babilonia kuno. Cara mendapatkan minyak bumi tersebut tidak dilakukan dengan cara pemboran yang sama dengan era saat ini, akan tetapi bangsa-bangsa tersebut memperoleh minyak bumi dengan mengambilnya di permukaan bumi karena minyak bumi tersebut merembes sampai ke permukaan. Bangsa-bangsa tersebut memanfaatkan minyak bumi sebagai obat luka, pencahar, atau pembasmi kutu.
<agen resmi, tri amertha dewa, pertamina, harga solar, solar industri, semarang, kudus, demak, ungaran, kendal>
Seiring perkembangan jaman, Pada abad pertama, bangsa Arab dan Persia berhasil menemukan teknologi destilasi minyak bumi. Destilasi ini menghasilkan minyak yang mudah terbakar. Semenjak itulah minyak digunakan sebagai bahan bakar. Minyak bumi sebagai bahan bakar juga muncul pada zaman Harun Al Rasyid dengan nama Naphta

Pada zaman berikutnya muncul gas bumi yang muncul ke permukaan pertama kali dan terbakar, sehingga pada waktu itu muncul agama yang menyembah api yang menganggap itu adalah api abadi (Majusi).

Beberapa abad kemudian bangsa Spanyol melakukan eksplorasi minyak bumi di wilayah yang sekarang bernama Kuba, Meksiko, Bolivia, dan Peru. Pada pertengahan abad ke-19, mansyarakat Amerika Utara dan Eropa menggunakan minyak tanah atau minyak batu-bara sebagai bahan bakar untuk penerangan.

Seiring perkembangan zaman, mesin yang semula digerakkan dengan tenaga manusia dan hewan, mulai berganti menggunakan minyak bumi sebagai bahan bakar untuk menggerakkan mesin. Setelah James Watt menemukan mesin uap pertama kali yang memunculkan revolusi industri, masyarakat luas mulai memburu minyak bumi sebagai sumber energi, karena dianggap praktis dan tidak merepotkan.
Perkembangan selanjutnya, mulailah dilakukan eksplorasi dan eksploitasi minyak bumi. Lalu ditemukanlah minyak bumi yang berbentuk cair yang berasl dari proses pengendapan fosil-fosil selama berabad-abad di dalam bumi. Minyak bumi ini memenuhi kriteria untuk digunakan sebagai bahan bakar yang mudah dipakai sebagai sumber energi.

Sebelumnya pada tahun 1794, Haquet mengemukakan teorinya bahwa minyak bumi berasal dari daging atau zat organik seperti kerang dan moluska, hal ini didasari bahwa biasanya batuan yang mengandung minyak bumi biasanya mengandung fosil binatang laut.

Pengeboran minyak bumi pertama kali tercatatdilakukan di Pennsylvania, Amerika, tahun 1859, di tambang milik Edwin L. Drake yang merupakan pelopor industri minyak bumi dunia. Mulai abad ke-19, industri minyak yang modern muncul di AS dan disusul oleh negara-negara di Eropa yang selanjutnya diusahakan secara komersil.

Von Humbold da Gay Lussac (1805), memperkirakan bahwa minyak bumi berhubungan dengan aktivitas gunung api. Ide tersebut juga dikemukakan oleh ahli geologi Perancis, Virlet d' Aoust (1834), teori ini didasarkan bahwa sering kali minyak bumi ditemukan bersama-sama dengan lumpur gunung api. Sir William Logan (1842), menghubungkan rembesan minyak bumi dengan struktur antiklin dan ini merupakan pengamatan pertama kali yang dilakukan terhadap hubungan rembesan dengan antiklin.

Tahun 1847 di Glasgow, Inggris, pertama kali ditemukan suatu cara mengolah minyak bumi menjadi minyak lampu, sehingga dapat digunakan sebagai pengganti lilin sebagai sumber penerangan utama saat itu, dan pada saat itu dengan penemuan tersebut maka minyak bumi merupakan bahan utama yang banyak dicari oleh para pengusaha.

Tahun 1859 merupakan munculnya pertama kali industri minyak bumi. Salah satu proyek pada saat itu dilakukan pengeboran minyak bumi dan ditemukan pada kedalam 69 ft di daerah Tutisville, negara bagian AS. Pada akhir abad 19, pencarian minyak bumi telah menyebar di luar AS, terutama Amerika Latin (Meksiko) pada tahun 1890 dan Eropa Timur (Romania dan Rusia) serta mencapai wilayah Asia (Burma dan Indonesia).

Eksplorasi di Timur Tengah pada tahun 1919 dan tahun 1927 dilakukan pemboran minyak bumi pertama kali dan ditemukan lapangan minyak Kirkuk dengan produksi minyak bumi mencapai 100.000 bpd. Pada tahun 1939 juga ditemukan beberapa lapangan minyak bumi raksasa di Saudi Arabia. Pada tahun 1960 di Kuwait, dilakukan pencarian minyak bumi di lepas pantai.

Berkembangnya teknologi yang ada saat ini, menyebabkan perkembangan sarana dengan menggunakan bahan bakar minyak bumi juga ikut berkembang, contohnya kendaraan bermotor. Perkembangan ini juga menyebabkan pemisahan jenis bahan bakar minyak yang semakin beragam. 
Minyak mentah dilakukan destilasi menjadi beberapa fraksi bahan bakar seperti bensin, solar, minyak tanah, hingga aspal.


< harga solar, solar industri, semarang, kudus, demak, ungaran, kendal, agen resmi, tri amertha dewa, pertamina>

< semarang, kudus, demak, ungaran, kendal, agen resmi, tri amertha dewa, pertamina, harga solar, solar industri>

TRANSPORTASI DI JATENG DAN YOGYAKARTA

Pusat Studi Transportasi dan Logistik Universitas Gadjah Mada menilai moda transportasi yang beroperasi di Jateng dan Daerah Istimewa Yogyakarta belum optimal mendukung pengembangan pariwisata. Peneliti Pusat Studi Transportasi dan Logistik (Pustral) Universitas Gadjah Mada (UGM) Lilik Wachid Budi Susilo di Yogyakarta, pada awal April 2016 mengatakan bahwa Masih sedikit moda transportasi yang mampu menjangkau dan menghubungkan objek wisata satu ke objek wisata lainnya yang lebih jauh.
Ia mencontohkan, Bus Trans Jogja belum bisa dikatakan mendukung pengembangan pariwisata, sebab trayek yang dimiliki masih terbatas. Moda transportasi itu baru ada di dalam "ring road" sehingga wisatawan masih perlu menyewa kendaraan jika ingin menjangkau objek wisata yang lebih jauh
<agen resmi, tri amertha dewa, pertamina, harga solar, solar industri, semarang, kudus, yogya, ungaran, kendal>
Bus Trans Jogja seharusnya bukan hanya berlaku sebagai sarana transportasi reguler perkotaan saja, melainkan juga sebagai transportasi wisata. Banyak dijumpai para calon penumpang di lokasi - lokasi strategis, namun jika ingin menggunakan Trans Jogja masih harus berjalan jauh menuju selterPeran moda transportasi dalam konteks Yogyakarta harus menjadi sarana yang melengkapi dan menguatkan Jogja sebagai kota budaya, wisata, dan pendidikan, bukan sekadar menjalankan fungsi sebagai transportasi publik
Menurut dia, berbagai pemangku kebijakan terkait dapat mengevaluasi kembali mengenai ketersediaan moda transportasi yang tepat menuju destinasi yang tersebar di lima kabupaten / kota.. Seluruh moda transportasi yang ada di Yogyakarta harus menjadi bagian dari Yogyakarta sebagai kota wisata. Tentunya dengan standar wisata yang ada termasuk peran transportasi tradisional, seperti andong dan becak, juga perlu dioptimalkan mendukung pariwisata. Becak, misalnya, dapat dilengkapi dengan citra dan cerita yang memiliki keterkaitan dengan objek wisata tertentu di Yogyakarta.. Becak dapat ditempatkan di objek-objek wisata tertentu dengan rute yang disesuaikan dengan alur cerita yang berkaitan objek wisata tersebut. Dengan tujuan pengguna moda transportasi yang ada di Yogyakarta bukan hanya akan membayar berdasarkan jasa, melainkan juga dari aspek nilai budayanya.

            Dapat dilihat juga kota – kota di Jawa Tengah seperti Semarang, Solo, Kudus, Demak, Ungaran, Kendal dan Tegal keterkaitan moda transportasi yang ada juga belum menghubungkan antar objek wisata yang berada di kabupaten / kota tersebut.

aGEN rESMI sOLAR iNDUSTRI
area Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta
gunadi 081225 779048
W.A. 085878 212298
pin BBM 5C9AAF89



< harga solar, solar industri, semarang, kudus, yogya, ungaran, kendal, agen resmi, tri amertha dewa, pertamina>

< semarang, kudus, demak, ungaran, kendal, agen resmi, tri amertha dewa, pertamina, harga solar, solar industri>