Selasa, 26 April 2016

SOLAR DEXlite

Pada tanggal 15 April 2016 PT Pertamina (Persero) memasarkan varian baru Bahan Bakar Diesel bernama DEXlite. De­ngan kadar Cetane Number minimal 51 dan Sulfur Content maksimal 1.200 ppm, tahap awal DEXlite di­jual ke pasaran dengan harga Rp 6.750 per liter di SPBU Pasti Prima Lenteng Agung, DEXlite dipasarkan pada 33 SPBU milik Pertamina.

Menurut Senior Vice President Fuel Marketing & Distribution Pertamina M. Iskandar, DEXlite di­ha­rapkan memenuhi ke­butuhan konsumen Bahan Bakar Die­sel dengan kualitas lebih baik dari Biosolar namun tak semahal Solar Pertamina DEX. Diharapkan produk ini diterima oleh pasar dan bisa menuai kesuksesan seperti Pertalite yang dipasarkan pada tahun lalu.

Untuk masa tes pasar ini, DEXlite akan disuplai oleh Kilang Pertamina Balongan dan disalurkan ke 33 SPBU Pertamina di 11 Kabupaten/Kota di wilayah MOR III dengan target penjualan ta­hun 2016 sebesar 100.000 KL.

Sementara Vice President Retail Fuel Marketing Per­tamina Afandi mengatakan, DEXlite diharapkan mampu mengurangi beban subsidi pemerintah, yang selama ini diberikan untuk pengguna Bio-Solar. Oleh karenanya, DEXlite diharapkan mampu menarik pengguna Bio-solar untuk beralih ke DEXlite yang lebih berkualitas namun juga memiliki harga terjangkau. Diharapkan sasaran konsumennya bisa diambil, sehingga dapat membantu pe­merintah dalam mengurangi subsidi BBM. Kalau sebagian pindah ke DEXlite, otomatis pemerintah akan berkurang bebannya, karena sekarang ini terlihat di lapangan Solar subsidi pada kenyataannya juga dipakai oleh konsumen yang punya mobil mahal. 

Tim peneliti dari PT LAPI ITB Tri Yus Wijayanto membenarkan adanya ke­unggulan yang dimiliki Solar DEXlite. Yus mengatakan, DEXlite memberikan hasil performa yang lebih baik di atas Solar dan memiliki beberapa aspek keunggulan yang lebih baik daripada Pertamina DEX. DEXlite me­miliki pengaruh yang lebih baik dibanding Bio-Solar dan PertaminaDEX terhadap daya mesin kendaraan, pada kecepatan yang sering digunakan pengguna mobil diesel, yakni 20-100 Km/jam. Sementara dari aspek akselerasi dan torsi  DEXlite juga lebih baik dibanding Bio-Solar.


Selain itu, ia menyebutkan keunggulan lain DEXLite, seperti pengurangan ke­bi­singan mesin yang hampir sa­ma dengan PertaminaDEX, dan kehematan konsumsi ba­han bakar yang sangat menonjol. Ada penghematan yang cukup tinggi pada DEXlite 7% dibanding Solar, kalau bagi kita mungkin tidak ke­lihatan signifikan, karena 7% di­bandingkan Rp 5.100 (harga Solar) hanya sekitar Rp 450 penghematan, kalau dihitung per liter nya. Namun kalau dalam skala industri,  7% itu sudah luar biasa.