Pembangunan kawasan
industri di Semarang mulai berkembang sekitar tahun 1988 atas didirikannya
Kawasan Industri Terboyo dan LIK Bugangan, Terboyo. Pada tahun 2016 ini total Kawasan industri di
Semarang mencapai sekitar 1.000
hektar.
Keterbatasan pasokan di wilayah Semarang ini memacu terjadinya peningkatan pasokan di kabupaten Demak, Grobogan, dan Kendal. Total pasokan di ketiga wilayah ini sekitar 3.300 hektar. Dibukanya akses Tol Cikopo - Palimanan (Cipali) yang membuat kegiatan distribusi Semarang – Jakarta semakin lancar dan Upah Minimum Kota yang rendah membuat pengusaha melirik melakukan relokasi usaha ataupun membuka usaha baru di Semarang dan kota sekitarnya.
Kawasan Industri Kendal (KIK) yang berlokasi dekat dengan Semarang merupakan salah satu penyedia lahan industri terbesar dengan estimasi total area seluas 2.700 hektar. KIK ini didirikan oleh perusahaan patungan antara PT Jababeka Tbk dengan pengembang asal Singapura, Sembawang Corporation Development Indonesia Ltd.
Saat ini tingkat hunian kawasan industri di Semarang sudah berada di atas level 80 persen. Ini sekaligus menunjukkan bahwa kebutuhan lahan industri masih cukup tinggi. Wajar bila kemudian, pasokan lahan industri mulai dikembangkan di kawasan sekitar Semarang.
Faktor menarik lainnya yakni harga lahan industri di Semarang dan sekitarnya berada pada kisaran Rp 1.250.000,- sd Rp 2.000.000,- per meter persegi. Patokan harga ini lebih murah dibandingkan dengan Jabodetabek dan Surabaya yang sudah mencapai Rp 3.500.000,- hingga Rp. 4.500.000,- per meter persegi.
Keterbatasan pasokan di wilayah Semarang ini memacu terjadinya peningkatan pasokan di kabupaten Demak, Grobogan, dan Kendal. Total pasokan di ketiga wilayah ini sekitar 3.300 hektar. Dibukanya akses Tol Cikopo - Palimanan (Cipali) yang membuat kegiatan distribusi Semarang – Jakarta semakin lancar dan Upah Minimum Kota yang rendah membuat pengusaha melirik melakukan relokasi usaha ataupun membuka usaha baru di Semarang dan kota sekitarnya.
Kawasan Industri Kendal (KIK) yang berlokasi dekat dengan Semarang merupakan salah satu penyedia lahan industri terbesar dengan estimasi total area seluas 2.700 hektar. KIK ini didirikan oleh perusahaan patungan antara PT Jababeka Tbk dengan pengembang asal Singapura, Sembawang Corporation Development Indonesia Ltd.
Saat ini tingkat hunian kawasan industri di Semarang sudah berada di atas level 80 persen. Ini sekaligus menunjukkan bahwa kebutuhan lahan industri masih cukup tinggi. Wajar bila kemudian, pasokan lahan industri mulai dikembangkan di kawasan sekitar Semarang.
Faktor menarik lainnya yakni harga lahan industri di Semarang dan sekitarnya berada pada kisaran Rp 1.250.000,- sd Rp 2.000.000,- per meter persegi. Patokan harga ini lebih murah dibandingkan dengan Jabodetabek dan Surabaya yang sudah mencapai Rp 3.500.000,- hingga Rp. 4.500.000,- per meter persegi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar