Jumat, 29 April 2016

HATI-HATI HARGA SOLAR MURAH

Bagi sebagian perusahaan industri pengguna mesin produksi berbasis diesel, banyak yang tertarik menggunakan bahan bakar solar atau HSD (high speed diesel) dari pasar gelap  / black market. Meskipun sudah jelas melanggar peraturan dengan kategori pidana, namun tetap menggiurkan karena murah dan tidak ada masalah dengan kualitas, karena solar yang diselewengkan memang solar asli Pertamina.
Namun sekarang kondisinya berbeda. Sejak kasus-kasus penggelapan dan sejumlah sekandal minyak di Kementrian ESDM terbongkar, solar pasar gelap menjadi langka karena adanya pengetatan pengawasan pada distribusi solar bersubsidi. Lebih lagi, sejak terjadinya kelangkaan dan kekurang cadangan BBM bersubsidi beberapa waktu lalu.
Namun ternyata, masih ada saja yang menawarkan solar industri non subsidi dengan harga murah dengan angka penawaran yang murah banget. Lalu bagaimana para pebisnis  solar NON SUBSIDI nakal menyiasatinya agar mereka tetap mendapat keuntungan.
Sebelum saya memaparkan fakta mengenai trik distributor solar nakal meraup keuntungan, saya ingin menghimbau terlebih dahulu. “Jangan cepat tergiur dengan harga murah. Nanti bisa celaka!”.
Mau tahu kenapa? Ternyata solar yang mereka jual dioplos dengan oli bekas yang telah diolah dengan aditif tertentu sehingga dari sekian persen solar yang mereka tawarkan adalah olahan oli bekas; artinya berisi oli plus solar.
Yang menjadi pertanyaan. Apakah itu bisa? Tentu saja bisa karena oli maupun solar diciptakan dari sumber yang sama, yaitu minyak bumi. Yang perlu di ketahui, minyak bumi yang diproses pada tingkatan tertentu akan menghasilkan bahan bakar tertentu pula. Proses tersebut dengan tingkatan kualitas yang berbeda-beda. Hasil dari pengolahan tersebut menghasilkan aftur, bensin, solar, minyak tanah, oli hingga tingkatan yang paling rendah adalah aspal.
Nah, oli sendiri sebenarnya masih memiliki kandungan atau unsur-unsur solar yang pada proses tertentu kandungan solarnya bisa diekstrak. Hasil ekstaksi tersebut kemudian menjadi campuran solar industri yang asli atau murni. Begitulah mereka menyiasatinya.
Pertanyaannya, apakah mesin dieselnya bisa berputar? Tentu saja bisa. Lalu, apa masalahnya? nanti dalam jangka waktu tertentu mesin diesel tersebut bisa jebol dengan kerugian material yang sangat besar, entah 6 bulan atau 20 bulan kemudian.
Yang perlu diketahui, campuran solar non subsidi dengan cairan hasil eksraksi dari oli bekas mengandung zat-zat berbahaya bagi kelangsungan hidup mesin diesel Anda. Karena oli sendiri dibuat dengan fungsi melumasi mesin yang komponen-komponennya berbahan logam, untuk itu, oli bekas memiliki kandungan logam yang sangat tinggi. Perlu diingat bahwa kandungan sulfur oli bekas pun melampaui batas toleransi konsumsi mesin diesel. Belum lagi, zat-zat lain yang tidak kalah berbahayanya. Itu lah yang dapat membuat mesin dieselnya rentan rusak.

Cara Mendeteksi
Sulit untuk mendeteksi solar oplosan jenis ini karena harus melalui uji laboratorium yang lengkap. Celakanya, jarang perusahaan pengguna bahan bakar solar yang memiliki fasilitas itu. Umumnya, hanya dengan uji berat jenis dan pengamatan visual saja. Cara itu tidak bisa membedakan antara solar oplosan oli dengan solar murni.
Dari sisi visual dan berat jenisnya tidak ada perbedaan. Benar-benar sama. Perbedaannya baru bisa diketahui setelah melalui uji laboratorium yang lengkap. Tapi yang paling mudah adalah membedakannya dari harga yang ditawarkan. Biasanya harga lebih murah hingga Rp 500,- s/d Rp 1.000,- dari harga pasaran pada umumnya (dari harga terendah / bottom price).
Selain itu, bisa dicurigai dari lokasi depo tempat penyimpanannya. Depo yang aman biasanya berlokasi di terminal Pertamina seperti Depo Pengapon Semarang, Depo Tanjung Priuk Jakarta yang dikenal ketat sehingga para pebisnisnya tidak bisa curang (oplos mengoplos). Selain itu, kecurangan juga bisa terjadi pada proses pengiriman yang dilakukan oleh transporter yang bekerja sama dengan para distributor nakal.
Untuk itu, agar mendapatkan suplay solar yang berkualitas, perhatikan tips berikut ini:
1.   Jangan tergiur dengan harga murah karena tidak ada satupun pebisnis yang mau merugi.

2.   Pilih perusahaan yang memiliki reputasi yang baik; memiliki depo di terminal yang terpercaya dan memiliki dokumen legalitas perusahaan yang dapat dipertanggung jawabkan.

3.   Selebihnya bisa Anda pertimbangkan sendiri.

Terima kasih.

Selasa, 26 April 2016

SOLAR DEXlite

Pada tanggal 15 April 2016 PT Pertamina (Persero) memasarkan varian baru Bahan Bakar Diesel bernama DEXlite. De­ngan kadar Cetane Number minimal 51 dan Sulfur Content maksimal 1.200 ppm, tahap awal DEXlite di­jual ke pasaran dengan harga Rp 6.750 per liter di SPBU Pasti Prima Lenteng Agung, DEXlite dipasarkan pada 33 SPBU milik Pertamina.

Menurut Senior Vice President Fuel Marketing & Distribution Pertamina M. Iskandar, DEXlite di­ha­rapkan memenuhi ke­butuhan konsumen Bahan Bakar Die­sel dengan kualitas lebih baik dari Biosolar namun tak semahal Solar Pertamina DEX. Diharapkan produk ini diterima oleh pasar dan bisa menuai kesuksesan seperti Pertalite yang dipasarkan pada tahun lalu.

Untuk masa tes pasar ini, DEXlite akan disuplai oleh Kilang Pertamina Balongan dan disalurkan ke 33 SPBU Pertamina di 11 Kabupaten/Kota di wilayah MOR III dengan target penjualan ta­hun 2016 sebesar 100.000 KL.

Sementara Vice President Retail Fuel Marketing Per­tamina Afandi mengatakan, DEXlite diharapkan mampu mengurangi beban subsidi pemerintah, yang selama ini diberikan untuk pengguna Bio-Solar. Oleh karenanya, DEXlite diharapkan mampu menarik pengguna Bio-solar untuk beralih ke DEXlite yang lebih berkualitas namun juga memiliki harga terjangkau. Diharapkan sasaran konsumennya bisa diambil, sehingga dapat membantu pe­merintah dalam mengurangi subsidi BBM. Kalau sebagian pindah ke DEXlite, otomatis pemerintah akan berkurang bebannya, karena sekarang ini terlihat di lapangan Solar subsidi pada kenyataannya juga dipakai oleh konsumen yang punya mobil mahal. 

Tim peneliti dari PT LAPI ITB Tri Yus Wijayanto membenarkan adanya ke­unggulan yang dimiliki Solar DEXlite. Yus mengatakan, DEXlite memberikan hasil performa yang lebih baik di atas Solar dan memiliki beberapa aspek keunggulan yang lebih baik daripada Pertamina DEX. DEXlite me­miliki pengaruh yang lebih baik dibanding Bio-Solar dan PertaminaDEX terhadap daya mesin kendaraan, pada kecepatan yang sering digunakan pengguna mobil diesel, yakni 20-100 Km/jam. Sementara dari aspek akselerasi dan torsi  DEXlite juga lebih baik dibanding Bio-Solar.


Selain itu, ia menyebutkan keunggulan lain DEXLite, seperti pengurangan ke­bi­singan mesin yang hampir sa­ma dengan PertaminaDEX, dan kehematan konsumsi ba­han bakar yang sangat menonjol. Ada penghematan yang cukup tinggi pada DEXlite 7% dibanding Solar, kalau bagi kita mungkin tidak ke­lihatan signifikan, karena 7% di­bandingkan Rp 5.100 (harga Solar) hanya sekitar Rp 450 penghematan, kalau dihitung per liter nya. Namun kalau dalam skala industri,  7% itu sudah luar biasa.

Kamis, 21 April 2016

KAWASAN INDUSTRI DI YOGYAKARTA



Pembangunan moda transportasi yang terpadu dengan bandar udara baru di Kecamatan Temon, Kabupaten Kulon Progo, yang ditargetkan mulai beroperasi pada 2020, diyakini mampu menggenjot investasi di 3 ( tiga ) kawasan industri di Daerah Istimewa Yogyakarta.
<agen resmi, tri amertha dewa, pertamina, harga solar, solar industri, semarang, kudus, demak, ungaran, kendal>

Tiga kawasan industri yang tengah digarap itu berada di DIY selatan, yaitu kawasan industri Piyungan dan Sedayu di Bantul serta kawasan industri Sentolo di Kulon Progo.
Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal DIY Totok Priyamtono
mengatakan bahwa Bandara dibangun untuk mempermudah investasi. Pada awal tahun 2016 ini Yogya belum punya kawasan industri, kawasan industri merupakan kebutuhan utama.

Sekretaris PT Angkasa Pura (Persero) I Faried sebelumnya menjelaskan, moda transportasi terpadu yang akan dibangun adalah rel kereta api dan jalur tol. Hanya saja, keberadaan jalur tol dinilai Kepala Dinas Perhubungan, Transportasi, dan Komunikasi DIY Sigit Haryanta belum menjadi prioritas utama. Totok
menambahkan proses tersebut merupakan suatu kemudahan berusaha namun ia enggan mengomentari rencana pembangunan jalur tol yang direncanakan Angkasa Pura.


Sementara itu, ketiga kawasan industri yang dibangun di DIY selatan diprioritaskan untuk jenis industri non-polutan. Arahnya pada industri kecil-menengah dengan sistem padat karya.

Berdasarkan data Badan Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Kulon Progo, kawasan industri di Sentolo akan menempati lahan seluas 200 hektare di Desa Tuksono. Sedangkan data Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan Penanaman Modal Bantul menyebutkan kawasan industri di Sedayu akan menggunakan lahan seluas 272 hektare dan
kawasan industri di Piyungan seluas 100 hektare yang mencakup Desa Estimulyo dan Srimulyo.
< harga solar, solar industri, semarang, kudus, demak, ungaran, kendal, agen resmi, tri amertha dewa, pertamina>
< semarang, kudus, demak, ungaran, kendal, agen resmi, tri amertha dewa, pertamina, harga solar, solar industri>

Selasa, 19 April 2016

BAHAN BAKAR MINYAK JENIS SOLAR

Bahan bakar minyak jenis solar

Pertamina selaku produsen dan distributor (melalui anak perasahaan) BBM di Indonesia <agen resmi, tri amertha dewa, pertamina, harga solar, solar industri, semarang, kudus, demak, ungaran, kendal>
menawarkan berbagai bahan bakar minyak jenis solar, sebagai berikut: 

Minyak Solar (HSD)

High Speed Diesel (HSD) merupakan BBM jenis solar yang memiliki angka performa cetane number 45, jenis BBM ini umumnya digunakan untuk mesin trasportasi mesin diesel yang umum dipakai dengan sistem injeksi pompa mekanik (injection pump) dan electronic injection, jenis BBM ini diperuntukkan untuk jenis kendaraan bermotor trasportasi dan mesin industri.

Minyak Diesel (MDF)

Minyak Diesel adalah hasil penyulingan minyak yang berwarna hitam yang berbentuk cair pada temperatur rendah. Biasanya memiliki kandungan sulfur yang rendah dan dapat diterima oleh Medium Speed Diesel Engine di sektor industri. Oleh karena itulah, diesel oil disebut juga Industrial Diesel Oil (IDO) atau Marine Diesel Fuel (MDF).

Minyak Bakar (MFO)

Minyak Bakar bukan merupakan produk hasil destilasi tetapi hasil dari jenis residu yang berwarna hitam. Minyak jenis ini memiliki tingkat kekentalan yang tinggi dibandingkan minyak diesel. Pemakaian BBM jenis ini umumnya untuk pembakaran langsung pada industri besar dan digunakan sebagai bahan bakar untuk steam power station dan beberapa penggunaan yang dari segi ekonomi lebih murah dengan penggunaan minyak bakar. Minyak Bakar tidak jauh berbeda dengan Marine Fuel Oil (MFO)

Biodiesel

Jenis Bahan Bakar ini merupakan alternatif bagi bahan bakar diesel berdasar-petroleum dan terbuat dari sumber terbaharui seperti minyak nabati atau hewan. Secara kimia, ia merupakan bahan bakar yang terdiri dari campuran mono-alkyl ester dari rantai panjang asam lemak. Jenis Produk yang dipasarkan saat ini merupakan produk biodiesel dengan campuran 95 persen diesel petrolium dan mengandung 5 persen CPO yang telah dibentuk menjadi Fatty Acid Methyl Ester (FAME)

Pertamina Dex

Adalah bahan bakar mesin diesel modern yang telah memenuhi dan mencapai standar emisi gas buang EURO 2, memiliki angka performa tinggi dengan cetane number 53 keatas, memiliki kualitas tinggi dengan kandungan sulfur di bawah 300 ppm, jenis BBM ini direkomendasikan untuk mesin diesel teknologi injeksi terbaru (Diesel Common Rail System), sehingga pemakaian bahan bakarnya lebih irit dan ekonomis serta menghasilkan tenaga yang lebih besar.


< harga solar, solar industri, semarang, kudus, demak, ungaran, kendal, agen resmi, tri amertha dewa, pertamina>

< semarang, kudus, demak, ungaran, kendal, agen resmi, tri amertha dewa, pertamina, harga solar, solar industri>

SUPPLIER SOLAR INDUSTRI YANG DIPERCAYA

Perusahaan dalam memilih supplier solar industri yang dipercaya, untuk itu diperlukan kejelian dan ketelitian untuk dapat menemukan supplier solar industri yang terpercaya. Dalam pemilihan supplier solar industri yang terpercaya perlu diperhatikan hal-hal sebagai berikut:

  • Nama jelas perusahan supplier dan alamat
  • Cek keagenan, dokumen dan sertifikat yang dimiliki
  • Kualitas Solar yang ditawarkan
  • Ketersediaan Solar Industri, kesanggupan pasokan secara kontinyu
  • Apakah menawarkan Full Dokumen pajak PPN n Update harga secara teratur?
  • Apakah penawaran sudah termasuk biaya pengiriman ? bisa saja harga solar murah tetapi ternyata ada tambahan biaya pengiriman yang mahal.
<agen resmi, tri amertha dewa, pertamina, harga solar, solar industri, semarang, kudus, demak, ungaran, kendal>
Sebagai informasi, patokan harga solar industrI NON-SUBSIDI  oleh PT Pertamina akan mengalami update harga sebanyak 2 kali dalam sebulan artinya setiap 2 minggu bisa berubah, yaitu pada periode tanggal 1 s/d 14 dan pada periode tanggal 15 s/d 30. Harga solar industri ini diperbarui berdasarkan harga minyak dunia yang berlaku. Meskipun harga solar industri sangat tergantung dari harga pasaran minyak dunia dan kurs dolar, masih bisa didapatkan harga terbaik untuk dinegosiasikan khususnya terkait jumlah order solar industri dan lokasi pengiriman. Semakin banyak solar industri yang dibeli serta semakin panjang waktu kontrak pembelian bisa membuat harga solar industri menjadi lebih murah.


< harga solar, solar industri, semarang, kudus, demak, ungaran, kendal, agen resmi, tri amertha dewa, pertamina>

< semarang, kudus, demak, ungaran, kendal, agen resmi, tri amertha dewa, pertamina, harga solar, solar industri>

Senin, 18 April 2016

BAHAN BAKAR MINYAK

BAHAN BAKAR  - Bersumber dari Ensiklopedia Britannica, minyak bumi diperkirakan pertama kali ditemukan pada 5000 tahun SM oleh bangsa Asyiria, Sumeria, dan Babilonia kuno. Cara mendapatkan minyak bumi tersebut tidak dilakukan dengan cara pemboran yang sama dengan era saat ini, akan tetapi bangsa-bangsa tersebut memperoleh minyak bumi dengan mengambilnya di permukaan bumi karena minyak bumi tersebut merembes sampai ke permukaan. Bangsa-bangsa tersebut memanfaatkan minyak bumi sebagai obat luka, pencahar, atau pembasmi kutu.
<agen resmi, tri amertha dewa, pertamina, harga solar, solar industri, semarang, kudus, demak, ungaran, kendal>
Seiring perkembangan jaman, Pada abad pertama, bangsa Arab dan Persia berhasil menemukan teknologi destilasi minyak bumi. Destilasi ini menghasilkan minyak yang mudah terbakar. Semenjak itulah minyak digunakan sebagai bahan bakar. Minyak bumi sebagai bahan bakar juga muncul pada zaman Harun Al Rasyid dengan nama Naphta

Pada zaman berikutnya muncul gas bumi yang muncul ke permukaan pertama kali dan terbakar, sehingga pada waktu itu muncul agama yang menyembah api yang menganggap itu adalah api abadi (Majusi).

Beberapa abad kemudian bangsa Spanyol melakukan eksplorasi minyak bumi di wilayah yang sekarang bernama Kuba, Meksiko, Bolivia, dan Peru. Pada pertengahan abad ke-19, mansyarakat Amerika Utara dan Eropa menggunakan minyak tanah atau minyak batu-bara sebagai bahan bakar untuk penerangan.

Seiring perkembangan zaman, mesin yang semula digerakkan dengan tenaga manusia dan hewan, mulai berganti menggunakan minyak bumi sebagai bahan bakar untuk menggerakkan mesin. Setelah James Watt menemukan mesin uap pertama kali yang memunculkan revolusi industri, masyarakat luas mulai memburu minyak bumi sebagai sumber energi, karena dianggap praktis dan tidak merepotkan.
Perkembangan selanjutnya, mulailah dilakukan eksplorasi dan eksploitasi minyak bumi. Lalu ditemukanlah minyak bumi yang berbentuk cair yang berasl dari proses pengendapan fosil-fosil selama berabad-abad di dalam bumi. Minyak bumi ini memenuhi kriteria untuk digunakan sebagai bahan bakar yang mudah dipakai sebagai sumber energi.

Sebelumnya pada tahun 1794, Haquet mengemukakan teorinya bahwa minyak bumi berasal dari daging atau zat organik seperti kerang dan moluska, hal ini didasari bahwa biasanya batuan yang mengandung minyak bumi biasanya mengandung fosil binatang laut.

Pengeboran minyak bumi pertama kali tercatatdilakukan di Pennsylvania, Amerika, tahun 1859, di tambang milik Edwin L. Drake yang merupakan pelopor industri minyak bumi dunia. Mulai abad ke-19, industri minyak yang modern muncul di AS dan disusul oleh negara-negara di Eropa yang selanjutnya diusahakan secara komersil.

Von Humbold da Gay Lussac (1805), memperkirakan bahwa minyak bumi berhubungan dengan aktivitas gunung api. Ide tersebut juga dikemukakan oleh ahli geologi Perancis, Virlet d' Aoust (1834), teori ini didasarkan bahwa sering kali minyak bumi ditemukan bersama-sama dengan lumpur gunung api. Sir William Logan (1842), menghubungkan rembesan minyak bumi dengan struktur antiklin dan ini merupakan pengamatan pertama kali yang dilakukan terhadap hubungan rembesan dengan antiklin.

Tahun 1847 di Glasgow, Inggris, pertama kali ditemukan suatu cara mengolah minyak bumi menjadi minyak lampu, sehingga dapat digunakan sebagai pengganti lilin sebagai sumber penerangan utama saat itu, dan pada saat itu dengan penemuan tersebut maka minyak bumi merupakan bahan utama yang banyak dicari oleh para pengusaha.

Tahun 1859 merupakan munculnya pertama kali industri minyak bumi. Salah satu proyek pada saat itu dilakukan pengeboran minyak bumi dan ditemukan pada kedalam 69 ft di daerah Tutisville, negara bagian AS. Pada akhir abad 19, pencarian minyak bumi telah menyebar di luar AS, terutama Amerika Latin (Meksiko) pada tahun 1890 dan Eropa Timur (Romania dan Rusia) serta mencapai wilayah Asia (Burma dan Indonesia).

Eksplorasi di Timur Tengah pada tahun 1919 dan tahun 1927 dilakukan pemboran minyak bumi pertama kali dan ditemukan lapangan minyak Kirkuk dengan produksi minyak bumi mencapai 100.000 bpd. Pada tahun 1939 juga ditemukan beberapa lapangan minyak bumi raksasa di Saudi Arabia. Pada tahun 1960 di Kuwait, dilakukan pencarian minyak bumi di lepas pantai.

Berkembangnya teknologi yang ada saat ini, menyebabkan perkembangan sarana dengan menggunakan bahan bakar minyak bumi juga ikut berkembang, contohnya kendaraan bermotor. Perkembangan ini juga menyebabkan pemisahan jenis bahan bakar minyak yang semakin beragam. 
Minyak mentah dilakukan destilasi menjadi beberapa fraksi bahan bakar seperti bensin, solar, minyak tanah, hingga aspal.


< harga solar, solar industri, semarang, kudus, demak, ungaran, kendal, agen resmi, tri amertha dewa, pertamina>

< semarang, kudus, demak, ungaran, kendal, agen resmi, tri amertha dewa, pertamina, harga solar, solar industri>

TRANSPORTASI DI JATENG DAN YOGYAKARTA

Pusat Studi Transportasi dan Logistik Universitas Gadjah Mada menilai moda transportasi yang beroperasi di Jateng dan Daerah Istimewa Yogyakarta belum optimal mendukung pengembangan pariwisata. Peneliti Pusat Studi Transportasi dan Logistik (Pustral) Universitas Gadjah Mada (UGM) Lilik Wachid Budi Susilo di Yogyakarta, pada awal April 2016 mengatakan bahwa Masih sedikit moda transportasi yang mampu menjangkau dan menghubungkan objek wisata satu ke objek wisata lainnya yang lebih jauh.
Ia mencontohkan, Bus Trans Jogja belum bisa dikatakan mendukung pengembangan pariwisata, sebab trayek yang dimiliki masih terbatas. Moda transportasi itu baru ada di dalam "ring road" sehingga wisatawan masih perlu menyewa kendaraan jika ingin menjangkau objek wisata yang lebih jauh
<agen resmi, tri amertha dewa, pertamina, harga solar, solar industri, semarang, kudus, yogya, ungaran, kendal>
Bus Trans Jogja seharusnya bukan hanya berlaku sebagai sarana transportasi reguler perkotaan saja, melainkan juga sebagai transportasi wisata. Banyak dijumpai para calon penumpang di lokasi - lokasi strategis, namun jika ingin menggunakan Trans Jogja masih harus berjalan jauh menuju selterPeran moda transportasi dalam konteks Yogyakarta harus menjadi sarana yang melengkapi dan menguatkan Jogja sebagai kota budaya, wisata, dan pendidikan, bukan sekadar menjalankan fungsi sebagai transportasi publik
Menurut dia, berbagai pemangku kebijakan terkait dapat mengevaluasi kembali mengenai ketersediaan moda transportasi yang tepat menuju destinasi yang tersebar di lima kabupaten / kota.. Seluruh moda transportasi yang ada di Yogyakarta harus menjadi bagian dari Yogyakarta sebagai kota wisata. Tentunya dengan standar wisata yang ada termasuk peran transportasi tradisional, seperti andong dan becak, juga perlu dioptimalkan mendukung pariwisata. Becak, misalnya, dapat dilengkapi dengan citra dan cerita yang memiliki keterkaitan dengan objek wisata tertentu di Yogyakarta.. Becak dapat ditempatkan di objek-objek wisata tertentu dengan rute yang disesuaikan dengan alur cerita yang berkaitan objek wisata tersebut. Dengan tujuan pengguna moda transportasi yang ada di Yogyakarta bukan hanya akan membayar berdasarkan jasa, melainkan juga dari aspek nilai budayanya.

            Dapat dilihat juga kota – kota di Jawa Tengah seperti Semarang, Solo, Kudus, Demak, Ungaran, Kendal dan Tegal keterkaitan moda transportasi yang ada juga belum menghubungkan antar objek wisata yang berada di kabupaten / kota tersebut.

aGEN rESMI sOLAR iNDUSTRI
area Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta
gunadi 081225 779048
W.A. 085878 212298
pin BBM 5C9AAF89



< harga solar, solar industri, semarang, kudus, yogya, ungaran, kendal, agen resmi, tri amertha dewa, pertamina>

< semarang, kudus, demak, ungaran, kendal, agen resmi, tri amertha dewa, pertamina, harga solar, solar industri>

Minggu, 17 April 2016

HARGA SOLAR INDUSTRI

Harga bahan bakar minyak (BBM) Subsidi baik bensin maupun solar untuk transportasi sudah diturunkan oleh pertamina, maka solar industri non-subsidi dipastikan bakal menyusul diturunkan. Mulai April 2016, solar industri non-subsidi dipastikan akan turun.
<agen resmi, tri amertha dewa, pertamina, harga solar, solar industri, semarang, kudus, demak, ungaran, kendal>
Muchamad Iskandar, Vice President Retail Fuel Marketing PT Pertamina pada awal tahun 2016 memastikan harga solar industri akan turun. Disebutkan bahwa Harga solar industri pasti turun. Jika tidak, solar non-subsidi ini tidak akan laku. Dalam penjualan solar industri, Pertamina memiliki sekitar seratus badan usaha niaga yang juga menjual produk yang sama.
Ini pula yang membuat harga solar industri Pertamina berubah setiap dua minggu yakni setiap tanggal 1 dan tanggal 15. Harga jualnya pun tidak sama untuk masing-masing perusahaan lantaran penetapan harga solar industri non-subsidi ditetapkan dengan negosiasi business to business dari masing-masing agen resmi solar.
Riset KONTAN menunjukkan, penjualan solar industri Pertamina berbeda-beda menurut wilayah. Wilayah penjualan Sumatera, Jawa, Bali, Madura ( Wilayah I ), lebih murah dibandingkan tiga wilayah lain di Indonesia.
Untuk periode 15-31 Desember 2015, harga keekonomian solar Industri Pertamina wilayah I adalah Rp 8.781,52 per liter. Turun dibandingkan periode 1-14 Desember 2015 yang sebesar Rp 9.059,42 per liter.
Untuk harga Januari 2016, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Sudirman Said bilang harga keekonomian solar turun 18% menjadi Rp 5.650 per liter, sudah termasuk subsidi Rp 1.000 per liter. Ini berarti tanpa subsidi harga keekonomian solar Rp 6.650 per liter.
Ketua Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (GAPMMI) Adhi Lukman minta harga solar industri turun lebih besar ketimbang harga di Desember yang mencapai Rp 7.900 per liter, diturunkan sebesar 10% menjadi sekitar Rp 7.000-Rp 7.100 per liter.
Meski begitu, Adhi bilang, turunnya harga solar tak bisa menjamin harga barang turun. Industri juga ogah dikenakan Dana Ketahanan Energi Rp 300 per liter, seperti solar subsidi agar biaya energi lebih murah. Beban upah dan gaji pekerja yang setiap tahun meningkat tentu juga diperhatikan oleh kalangan industri UMKM maupun industri besar di area Semarang, Ungaran, Kudus, Kendal, Demak dan yang lainnya.
Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Retail Indonesia ( Aprindo ) Roy Nicolas Mandey menambahkan, penurunan harga BBM transportasi belum ideal. Dalam kalkulasinya   harga premium dan solar IDEALNYA turun di atas 10% agar harga barang ikut turun. Kemudian daya beli masyarakat dapat meningkat dan perekonomian tahun 2016 ini menggeliat.

PT. Pertamina ( Persero ) per 1 April 2016 menurunkan harga solar industri non-subsidi menjadi Rp 6.200,- per liter muncul harapan kalangan industri yakni harga energi listrik juga akan turun karena sebagian besar pasokan PLN menggunakan tenaga diesel. Angin segar dari Menteri Perhubungan bahwa tarif angkutan diturunkan 3 % kiranya dapat berlaku efektif di masing-masing kota. Bus antar-kota-antar-propinsi AKAP nampaknya yang dipantau paling oleh Dishub mengingat nominalnya besar sehingga menghitungnya cukup sederhana.

< harga solar, solar industri, semarang, kudus, demak, ungaran, kendal, agen resmi, tri amertha dewa, pertamina>

< semarang, kudus, demak, ungaran, kendal, agen resmi, tri amertha dewa, pertamina, harga solar, solar industri>